Nah sebenarnya bakat itu meripakan kemampuan dasar seseorang untuk belajar/ bekerja dalam rentangan waktu yang pendek dibandingkan dengan orang lain, namun justru hasilnya lebih baik.
Contohnya: Anak yang berbakat melukis, akan lebih cepat menyelesaikan lukisannya itu dibanding dengan orang yang tingkat bakatnya dibawahnya.
Nah, biar bakat kita itu kelihatan, harus diasah, disemai, diwujudkan dan dikembangkan. nah itu baru namanya "Saya Berbakat" ^_^. Kalau tidak begitu, lepaslah peluang keberhasilannya, sebagai seorang yang berbakat. untuk mengembangkan potensi bakat itu, perlu mengembangkan semua aspek...okeyy...
Menurut beberapa referensi test bakat, dikenali adanya beberapa jenis bakat, yaitu sbb:
- verbal, yaitu berbakat pada konsep-konsep yang diuangkap dalam bentuk kata-kata
- numerikal, yaitu berbakat pada konsep-konsep dalam bentuk angka-angka
- skolastik, yaitu berbakat pada kombinasi kata-kata dan angka-angka
- abstrak, yaitu berbakat pada aspek yang tidak berupa kata maupun angka, namun berbentuk pola, rancangan, diagram dengan ukuran-ukuran, bentuk dan posisi-posisinya.
- mekanik, yaitu berbakat pada prinsip-prinsip umum IPA, tata kerja mesin, perkakas dan alat-alat lainnya.
- relasi ruang, yaitu berbakat untuk mengamati, mencitrakan pola dua dimensi, atau berfikir dalam tiga dimensi
- kecepatan ketelitian klerikal, yaitu bebakat pada tugas tulis-menulis, ramu-meramu untuk kantor, laboratorium dll
- bahasa, yaitu berbakat pada penalaran analitis tentang bahasa, misalnya untuk jurnalitik, editing, hukum,dan pramuniaga
Orang-orang yang berbakat, namun tidak digali, maka bakatnya itu ibarat mutiara yang ada di dasar lautan, yang belum punya harga dan nilai, namun ketika mutiara itu telah diangkat kepermukaan, maka akan punya daya jual yang tinggi, mutiara itu akan menjadi perhiasaan yang sangat mahal harganya.
nah bagi kamu-kamu para pelajar, gali lah bakatmu, dan jadikan ia inspirasi bagi orang lain.
Referensi : Buku-buku Psikologi Koe ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar