Kamis, 10 Januari 2013

Aspirasi untuk Berprestasi

Bagi orang awam, "Aspirasi" itu sama artinya dengan ambisi, namun bagi psikolog ambisi itu merupakan suatu keinginan untuk memperoleh kehhormatan, kekuasaan, atau pencapaian sesuatu. sebenarnya aspirasi dan ambisi itu adalah sinonim, yang berarti pencapaian sesuatu yang terhormat, orang akan merasa puas jika prestasi mereka diakui dan dihargai oleh orang lain. Beberapa fenomena yang terjadi di dunia remaja, khususnya di lingkungan sekolah,banyak kita temui, banyak anak-anak yang keinginannya untuk berprestasi cendrung defensif. sehingga banyak anak yang tidak respon terhadap tugas yang diberikan guru, bahkan ada anak yang tidak tuntas/tidak lulus KKM. Sehingga anak-anak ini kadang digolongkan oleh gurnya ke anak yang kemampuannya rendah, lowlearner, atau anak-anak yang kesulitan beelajar. Guru-guru memberikan remedial kepada mereka, namun tetap saja mereka lagi-lagi tidak lulus KKM, Truss sebenarnya ada apa dengan anak-anak yang seperti ini??? sampai-sampai guru-guru tak punya cara lagi untuk mereka...Tragis... Elizabeth B. Hurlock, dalam bukunya"Perkembangan Anak" mejelaskan bahwa ada dua faktor yang harus diperhatikan oleh orang tua dan guru atau pihak-pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan untuk mengetahui tentang aspirasi atau ambisi anak dalam berprestasi, yaitu faktor pribadi dan lingkungan. Pertama, faktor pribadi, bahwasanya sebelum guru yang bersangkutan memvonis anak, mereka harus menggali diri pribadi anak dulu, bagaimana keinginan anak untuk mencapai apa yang dicita-citakannya, mengetahui minat pribadinya,yang mempengaruhi bidang aspirasi anak. seterusnya pengalaman masa lampau juga sangat memperkuat/melemahkan aspirasi, pola kepribadian, nilai-nilai kepribadian, status sosioekonomi, kadang anak yang berasal dari keluarga yang berada cendrung punya aspirasi lebih tinggi, karena secara umum fasilitas pembelajaran mereka lebih lengkap dibandinga anak yang berasal dari kelompok yang perekonomiannya lebih rendah, kemudian Pendidikan keagamaan juga perpengaruh ke dalam faktor pribadi juga pada pribadi anak. Kedua, faktor lingkungan, lingkungan tempat tinggal dan tempat dimana anak dibesarkan itu sangat perpengaruh terhadap aspirasi anak dalam berprestasi. beberapa poin penting yang tercakup dalam faktor ini adalah, yang pertama adalah ambisi orang tua, orang tua adalah motivator yang sangat berpengaruh dalam pengambilan keputusan dalam diri anak,dan juga harapan-harapan orang tua kepada anak juga itu juga berpengaruh, seperti orang tua pengen anaknya menjadi orang yang berhasi di satu bidang yang sesuai dengan bakat dan minat anaknya di masa depan. Selain dari itu teman sebaya, teman sebaya juga sangat perpengaruh bagi anak, karena ketika teman-temnanya punya keinginan atau cita menjadi orang yang besar, itu akan menular kepada temannya, akhirnya si teman itu juga punya keinginan untuk berprestasi, penghargaan sosial bagi yang berprestasi tinggi juga akan memotivasi anak untuk memiliki aspirasi yang tinggi juga untuk berprestasi. Ketika guru dan orang tua sudah mengetahui hal yang penting ini, tentunya tidak ada kata-kata "putus asa" untuk menolong anak yang mengalami selayaknya fenomena yang banyak terjadi hari ini. karena guru dan orang tua juga merupakan faktor yang sangat urgen dalam pembentukan aspirasi untuk berprestasi dalam diri anak-anak.. Semoga anak-anak kita kelak menjadi orang yang terus bisa mengaspirasikan prestasinya untuk agama, nusa dan bangsa..^_^

Rabu, 09 Januari 2013

Cinta Yang Terlepas

Cinta itu tak pernah hilang, walaupun dia sudah terlepas, telah bebas dan menembus batas waktu yang aku tak tahu dimana dia terakhir berlabuh. Cinta bagi ku adalah misteri, seperti teka teki yang tak pernah terpecahkan, misteri itu kini baru ku rasakan, ternyata tanpa kusadari, cinta itu sempat singgah di hati ini, namun tanpa ku sadari dia telah terlepas ke laut kehidupan yang sangat luas... Ada sesak dihati, namun tak bisa diungkat dalam kata, dan sarat.... Aku dari dulu selalu tidak ingin memikirkan hal yang membuatku kaku, dan sekarang mungkin karena aku sudah sampai pada titik jenuh...aku baru merasa dan berfikir, aku butuh cinta.... Cinta yang ku kisahkan ini adalah cinta seorang teman sejati, untuk menemani setiap perjuangan hingga akhir hanyat... Waktu itu, aku sejenak melepaskan tubuh lelahku di dekat ibu.... dan beliau berkata' Nak, kalau engkau ingin menikah, menikahlah...saat ini ibu masih kuat.." Aku menjawab "Bu...mungkin belum saatnya sekarang aku menikah, karena aku belum menemukan teman sejatiku.... dalam hati aku berkata" teman sejati itu, dulu sudah ku temukan, tapi dia telah berlabuh di tempat yang lain bu...aku baru menyadarinya bu.....mungkin suatu saat yang aku dan ibu tidak tahu dan hanya Allah yang tahu, mungkin aku akan bertemu dengan teman sejati yang lain, yang nyata,,,, Aku ingin menemukan teman sejati itu...doakan saja ya bu...... umurku juga belum terlalu tua sekarang.... dari dulu aku selalu menyelipkan doa "agar aku di pertemukan allah dengan teman sejati yang sholeh bu...dan bisa menerima keluarga kita apa adanya, aku ingin nanti saat aku sudah punya bahtera, aku tetap bisa menjadi anak ibu yang berbakti kepada orang tua.... #Sepotong Episode Kisah#